Menyuarakan Toleransi dalam Film Bumi itu Bulat

Saat banyak orang dengan bebas menyuarakan dan mempersalahkan keberagaman yang dimiliki Indonesia, film Bumi itu Bulat justru hadir membawa pesan sejuk dari nilai-nilai toleransi yang sekarang mulai redup.

Film yang digagas oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap membawa pesan persatuan di bioskop Indonesia mulai 16 April 2019.

Umum GP Ansor, Gus Yakuq mengatakan, berita toleransi di negara yang kaya akan keberagaman patut dibahas bersama. Sedangkan untuk sasarannya ialah kalangan milenial yang sekarang mulai menjadi penentu keputusan kemajuan bangsa.

Kehadiran film ini juga mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh GP Ansor, bahwa jumlah anak muda yang intoleran semakin meningkat. Hal tersebut juga diperkuat dari data BNPT 2017, sebanyak 39% mahasiswa di 15 provinsi terpapar paham radikalisme beragama.

Menurut Wahid Foundation, hampir 60% penerima acara kerohanian Islam di institusi pendidikan siap berjihad dengan jalan kekerasan.

“Film ini penting. Kita ini ialah negara yang sangat majemuk, berbeda dari segi suku, agama, dan budaya. Semua itu ialah kekuatan kita, Indonesia. Tidak ada negara di dunia yang mirip Indonesia, yang dibangun dari kekuatan toleransi. Karena itu kita yang hidup dalam kemajemukan harus mempertahankan dengan cara menumbuhkan dan menjaga perilaku persaudaraan dan toleransi antar sesama,” terang Gus Yakuq ketika diskusi film Bumi itu Bulat, di daerah Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

Selain GP Ansor, film ini juga diinisiasi oleh pembuat film Robert Ronny, pemain film pelawak Arie Kriting, desainer dan influencer Jenahara Nasution, dan aktris senior Christine Hakim.

Mereka bersepakat menciptakan Bumi itu Bulat sebagai wujud model toleransi yang baik, untuk dilihat oleh generasi muda, tanpa harus menggurui.

Untuk itu, Robert Ronny menyampaikan film ini dibentuk dengan memakai pendekatan yang ringan dan juga menyenangkan, biar semakin banyak orang yang tertarik untuk menonton.

“Bukan untuk mencari keuntungan, tetapi film hadir juga untuk menginspirasi banyak orang. Namun, saya menyayangkan cukup umur ini banyak film manis yang mempunyai pesan di dalamnya, tetapi digarap secara serius dan berat. Orang membeli tiket untuk menerima hiburan, bukan untuk diceramahi,” jelasnya.

Demi menarik minat penonton terutama para generasi milenial, Bumi itu Bulat menggandeng pemain muda Ryan Wijaya, Rania Putri Sari, dan Febby Rastanty. Kemudian untuk pemain pendukung dilibatkan yang lebih senior antara lain Christine Hakim, Ria Irawan, Mathias Muchus, dan Arie Kriting.

About the Author: Lyalvy

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *