Penumpang MRT Jakarta Bergelantungan Hingga Injak Kursi Disoroti Media Jepang

Sudah direncanakan semenjak 34 tahun, proyek Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta hasilnya diresmikan pada Minggu (24/3) kemarin. Hadir dalam peresmian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan juga Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Peresmian proyek ini disambut antusias oleh masyarakat. Dalam tahap uji coba beberapa waktu lalu, mereka sudah beramai-ramai melaksanakan registrasi untuk mampu menjajal moda transportasi terbaru di Ibu Kota Jakarta ini.

Kendati demikian, kelakukan jelek para pengguna MRT sempat menuai perdebatan. Seperti yang terlihat di banyak sekali foto di media sosial, terlihat beberapa pengguna bergelantungan di hand strap MRT, ada pula yang menginjak-injak dingklik penumpang, sampai makan di dalam MRT.

Tak hanya menerima perhatian secara nasional, kelakuan jelek para pengguna MRT Jakarta ini juga turut menerima perhatian internasional. Sebuah media Jepang menyoroti kelakukan “norak” para pengguna MRT Jakarta.

Seperti yang terlihat diberitakan media Jepang, Asahi.com. Media tersebut membagikan isu yang menyoroti sikap jelek para pengguna MRT dengan judul “Throw Away on the Seat on the Foot… Controversy in the Jakarta Subway”.

Dalam isu mereka menuliskan jikalau tagar mirip #MRTJKT ramai menjadi topik perbincangan di media Twitter. Dalam tagar tersebut juga terselip kritikan pedas akan kelakuan pengguna MRT yang menginjak dingklik dan bergelantungan di MRT.

Asahi.com juga menyoroti sikap pengguna MRT yang tak sopan dan tak mau antri. “Selain membuang sampah sembarangan, ada pula keluarga yang duduk-duduk di halaman stasiun, membuka kotak makan siang dan tidak mau mengantri. Di dalam kereta, ada foto-foto penumpang yang bergelantungan dan bangun di dingklik MRT,” tulis Asahi.com.

Sebagai penutup, salah satu media Jepang ini juga memperingatkan pentingnya reformasi kesadaran penumpang. Seperti diketahui, pada ketika tahap uji coba beberapa waktu lalu, para selebgram dan artis yang diajak mencoba MRT juga mengundang kontroversi yang sama.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *