Skandal Seungri Mempengaruhi Penjualan Aori Ramen

“Newsdesk” MBC kembali membahas skandal Burning Sun yang sedang menyedot perhatian publik Korea Selatan bahkan dunia. Kali ini acara informasi tersebut mengungkap imbas skandal terhadap bisnis Aori Ramen, restoran waralaba yang dulu dipimpin Seungri.

Dalam siaran yang ditayangkan pada Senin (25/3), MBC mewawancarai para pemilik restoran Aori Ramen yang biasa disebut “restoran ramen Seungri” untuk mendengarkan kisah mereka. Menurut laporan, kontroversi Burning Sun pribadi memengaruhi Aori Ramen. Terungkap bahwa penjualan harian turun lebih dari 70 persen.

Ada 44 restoran Aori Ramen di Korea, dan tujuh toko yang tersebar secara internasional. Saat tampil di variety show tahun lalu, Seungri mengungkapkan bahwa penjualan tahunan diperkirakan mencapai 26 miliar Won (sekitar Rp 325,9 miliar). “Jika saya menciptakan masalah, banyak orang tidak akan mampu mendapatkan honor bulanan mereka, jadi saya mencicipi rasa tanggung jawab yang sangat besar,” ujar Seungri. Setelah laporan pertama wacana Burning Sun diliris pada simpulan Januari, pendapatan restoran mulai anjlok.

“Ini mirip mimpi. Sesuatu yang tak terbayangkan telah terjadi. Bagian dalam mulutku penuh dengan luka. Aku bahkan tidak mampu berbicara dengan para staf,” ujar salah satu pemilik restoran.

“Newsdesk” membandingkan catatan penjualan toko-toko waralaba melalui perusahaan kartu kredit. Mereka menemukan bahwa penjualan menurun 23 persen dari Januari sampai Februari, menyusul tuduhan korupsi polisi dan penyerangan seksual di kelab malam Burning Sun, dan 47 persen pada bulan Maret. Saat laporan wacana Jung Joon Young terlibat masalah video seks ilegal terungkap, penjualannya anjlok 74 persen.

Para pemilik restoran mengungkap bahwa banyak yang menciptakan pengumuman untuk menyatakan bahwa restoran mereka tidak ada hubungannya dengan Seungri, kecuali beberapa restoran yang dibuka pada tahap awal pendirian waralaba.

Sementara itu, perusahaan kantor sentra Aori Ramen menyampaikan pada 7 Maret bahwa mereka akan mengembalikan puluhan juta Won dalam biaya waralaba kepada pemilik restoran. Namun perusahaan belum mengambil langkah-langkah lebih lanjut.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *