Viral Pendukung Jokowi Dan Prabowo Taruhan Tanah 1 Hektare Demi Pilpres, Ini Fakta Sebenarnya

Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan foto viral dua orang laki-laki yang bertaruh kemenangan paslon dalam Pilpres 2019. Tak tanggung-tanggung, materi taruhan tersebut ialah tanah seluas 1 hektare di Empagae, Watang Sidenreng, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Dalam foto yang viral, tampak dua laki-laki bersalaman di lapangan rumput. Lalu ada pula kuitansi tertanggal 15 April 2019 yang berisi taruhan Pilpres merujuk hasil KPU Pusat.

“Taruhan sebidang tanah seluas 1 Ha yang berlokasi di sebelah utara Puskesmas/Kantor Camat Empagae,” demikian kutipan kuitansi tersebut. Perjanjian tersebut diteken atas nama Hendrik Arhadi dan Muh. Aziz C.

Meski sudah viral dan menggegerkan warganet, taruhan tersebut tidak benar-benar terjadi. Dilansir detikcom pada Selasa (16/4), salah seorang laki-laki dalam foto tersebut, Hendrik Arhadi, menjelaskan bahwa tanah yang dimaksud dalam taruhan bohongan tersebut merupakan sebuah lahan kosong yang tak difungsikan selama lebih dari 10 tahun.

“Itu taruhan bohongan, tanah yang dimaksud itu ialah lapangan sepakbola yang sudah 10 tahun lebih tidak diperhatikan,” terang Hendrik, Senin (15/4). “Mudah-mudahan dengan ini ada yang memperhatikan. Entah itu pemerintah atau siapa.”

Lapangan kosong yang tak pernah difungsikan tersebut menjadi karena untuk mengambil foto taruhan tersebut. Ia berharap pemerintah yang terpilih dalam Pemilu 2019 mampu menimbulkan lahan tak terurus itu sebagai sentra kegiatan warga.

“Bisa dibilang bentuk protes semoga lapangan diperhatikan,” terang Hendrik. “Sudah 10 tahun lebih, belum dewasa di sini dan remaja-remaja di sini tidak ada kegiatan olahraga.”

Terkait dengan Pilpres 2019, Hendrik mengakui memang mempunyai pilihan berbeda dari Aziz yang “bertaruh” dengannya. Namun kedua laki-laki ini sama-sama berharap semoga pemerintah terpilih mampu memperhatikan sarana umum di daerah.

“Perhatikan sarana-sarana olahraga yang ada. Karena tiap orang mempunyai hobi, kesukaan yang berbeda. Contohnya lapangan sepakbola,” tutur Hendrik. “Kasihan yang berbakat tapi tidak tersalurkan, setidaknya belum dewasa dan dewasa di sini mempunyai kesibukan yang bermanfaat (olahraga).”

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *