Polisi Ogah Minta Surat Perintah Penangkapan Lain Untuk Seungri, Kenapa?

Polisi Mengumumkan Bahwa Mereka Tidak Akan Meminta Surat Perintah Penangkapan Lain Terhadap Seungri Setelah Sebelumnya Ditolak Oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Polisi mengumumkan bahwa mereka tidak akan meminta surat perintah penangkapan lain terhadap Seungri. Ini diumumkan sesudah Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak surat penangkapan mantan member Big Bang itu pada Selasa (14/5) malam.

Sebelumnya di hari yang sama, pengadilan menggelar sidang untuk meninjau surat perintah penangkapan praperadilan untuk Seungri dan Yoo In Suk, mantan CEO Yuri Holdings. Keduanya didakwa menggelapkan uang sekitar 530 juta won (atau sekitar Rp 6,4 miliar) dari kelab malam Burning Sun yang tengah diselidiki atas serangkaian perkara skandal seks dan narkoba.

Seungri keluar dari kantor Pengadilan Distrik Seoul dengan tangan diikat sekitar pukul 1 siang waktu setempat dan harus menunggu di dalam sel tersangka hingga pengadilan menciptakan keputusan akhir. Setelah surat penangkapannya dan Yoo In Suk ditolak, ia diperbolehkan pulang.

“Kami akan menghormati hasil penilaian surat perintah penangkapan kemarin. Meskipun kami gagal menahan mereka, tidak akan ada duduk perkara dalam hal kesimpulan penyelidikan,” ungkap Kepolisian Regional Seoul hari ini, Rabu (15/5).

“Karena ini yaitu final dari penyelidikan, sulit untuk meminta yang lain. Kami akan melaksanakan peran kami untuk menilik dengan cermat, sehingga tidak mengganggu hasil akhir,” lanjut mereka.

Polisi memperkirakan penyelidikan akan berakhir pada final Mei. Karena Seungri memulai peran wajib militernya pada 24 Juni, mereka memberikan akan mempercepat proses penyelidikan.

Di sisi lain, keputusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak surat penangkapan Seungri memicu amarah netizen. Banyak yang melontarkan sumpah serapah, menghujat negara mereka sendiri.

Sementara itu, Seungri juga didakwa atas perkara selain penggelapan dana. Diantaranya yaitu penyediaan layanan prostitusi, mendapatkan servis prostitusi, video seks ilegal dan banyak lagi.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *