Sutradara Patty Jenkins Menyesal Tunda Perilisan ‘Wonder Woman 1984’, Kenapa?

‘Wonder Woman 1984’ Awalnya Direncanakan Rilis Pada 1 November 2019, Namun Warner Bros. Pictures Mengundur Film Ini Sekitar Tujuh Bulan, Hingga Juni 2020.

Pada bulan Oktober 2018 lalu, Warner Bros menunjukkan pengumuman yang cukup mengejutkan para penggemar. “Wonder Woman 1984” yang semula direncanakan untuk rilis pada 1 November 2019 rupanya mendadak diundur sekitar tujuh bulan, sampai 5 Juni 2020.

Kala itu, sutradara Patty Jenkins menyebut bahwa keputusan ini diambil karena mereka ingin mengulang kesuksesan serupa yang diraih oleh film pertamanya, “Wonder Woman”, pada tahun 2017 lalu. Selain itu, perubahan acara rilis ini juga menunjukkan waktu suplemen bagi Patty untuk menggarap proyeknya yang lain, “I Am the Night”.

Namun kini, sang sutradara mendadak berubah pikiran. Dilansir Heroic Hollywood pada Senin (20/5), Patty Jenkins mengaku menyesal telah menunda acara perilisan “Wonder Woman 1984”.

Patty rupanya sangat bahagia dengan hasil final film “Wonder Woman 1984”, sehingga ia menyesal pernah menunda perilisannya. “Aku gres saja memutar versi film, dan kini seperti, ‘Ya Tuhan, bisakah kita memindahkannya kembali?’ Aku ingin sekali merilis film ini,” ungkap Patty dalam sebuah video yang diunggah oleh akun penggemar.

Di sisi lain, sebelumnya salah satu perwakilan Warner Bros, ialah Jeff Goldstein menyampaikan bahwa perubahan acara rilis ini memang sengaja dilakukan untuk memperoleh laba lebih besar nantinya. Bahkan Jeff juga mengklaim bahwa keputusan ini menciptakan “Wonder Woman 1984” dirilis pada waktu yang tepat.

“Kami telah sukses luar biasa merilis film ‘Wonder Woman’ pertama selama trend panas, jadi saat kami melihat kesempatan untuk mengambil laba dari lanskap persaingan yang berubah, kami melakukannya. Gerakan ini menciptakan film itu berada sempurna di tempatnya (seharusnya),” ungkap Jeff dalam pernyataannya.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *