Penyelam di Selandia Baru Temukan Cumi-Cumi Raksasa dengan Ukuran Menakjubkan

Seekor cumi-cumi raksasa ditemukan di pantai selatan Wellington, Selandia Baru. Hewan menakjubkan tersebut ditemukan oleh tiga bersaudara, Daniel, Jack dan Matthew Aplin yang sedang mengemudi di sepanjang pantai tersebut. Mereka mengaku ingin menyelam di pagi hari.

Kegiatan mereka terhenti ketika melihat sesuatu yang menarik perhatian. Ketiga saudara tersebut pribadi menghentikan kendaraan beroda empat dan mendekati binatang tersebut. Mereka cukup terkejut dengan penemuannya.

“Saudaraku berteriak sambil menunjuk ke arah pantai, ‘Ada apa itu di sana?’. Kami kemudian berhenti untuk mengusut dan berkata, ‘Itu yakni cumi-cumi raksasa’,” terperinci Daniel Alpin pada sebuah media lokal. Selain itu mereka mengaku sering melihat hiu di kawasan itu, namun tak pernah sekali pun ada cumi-cumi raksasa.

“Kami sering tiba ke sini untuk menyelam dan kadang suka bertemu hiu, tapi kami belum pernah melihat cumi-cumi sebesar itu,” lanjut Daniel. “Kelihatannya tidak apa-apa, hanya ada ukiran kecil di kepalanya. Goresannya seukuran korek, jadi kami tidak tahu apa penyebab kematiannya.

Departemen Konservasi Selandia gres kemudian mengidentifikasinya sebagai cumi-cumi raksasa (Architeuthis sp.). Panjang cumi-cumi raksasa tersebut yakni 4,2 meter. Umumnya, rata-rata cumi-cumi raksasa mampu tumbuh sampai 9 meter. Berat kepala, tubuh, lengan dan tentakelnya mampu mencapai 455 kg.

Hingga ketika ini belum diketahui mengapa cumi-cumi tersebut mampu terdampar. Penyebabnya masih diselidiki oleh pihak Institut Penelitian Air dan Atmosfer Nasional.

Penemuan mirip ini sering terjadi di banyak sekali bagian dunia. Cumi-cumi raksasa sendiri biasanya menjadi kuliner bagi paus sehingga pada usia dewasa kebanyakan menjadi mangsa binatang tersebut. Cumi raksasa biasanya memangsa ikan maritim dan spesies cumi lainnya.

Mereka akan menangkap mangsanya dengan memakai dua tentakel, mencengkram dengan cincin penghisap bergerigi. Lalu mereka mendorongnya ke paruh yang berpengaruh dan merobek sebelum menelannya.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *