Totalitas, Endy Arfian Rela Lakukan Ini Demi Perankan Darto Di Film ‘Ghost Writer’

Demi Totalitas Dalam Memerankan Darto Di Film ‘Ghost Writer’, Endy Arfian Rela Potong Rambut Lebih Pendek Lagi Hingga Kenakan Baju Dengan Size Yang Lebih Kecil Dari Biasanya.

Arfiandi Eka Putra atau yang biasa dikenal dengan Endy Arfian gres saja melaksanakan tour promosi film terbarunya yang berjudul “Ghost Writer”. Dalam film garapan Ernest Prakasa tersebut, Endy menceritakan bagaimana dirinya harus memerankan sosok anak ABG yang sering manja kepada kakaknya.

“Di sini beda abjad banget sama saya aslinya,” ujar Endy dikala melaksanakan promosi filmnya di daerah Bekasi, Sabtu (8/6/2019). “Karena di sini saya harus jadi anak SMP, harus benar-benar bocah. Ibaratnya gelendotan deh ke kakaknya. Ketergantungan sama kakaknya. Yah itu sih susah banget buat meraninnya.”

Demi totalitas dalam melakoni perannya, pemain film berdarah adonan Jerman-Jawa tersebut harus rela potong rambut menjadi lebih pendek lagi. Tak hanya itu, dia juga dituntut mengenakan baju dengan size yang lebih kecil dari biasanya.

“Yah lebih ke mengenang sih, dari fisik yang lebih saya fokusin,” tutur pemain film 18 tahun kelahiran Jakarta itu. “Sebelum syuting saya cepakin (rambut), supaya kayak bocah. Kostum juga kecil banget.”

Meski begitu, Endy merasa bahagia dengan tugas gres yang dia mainkan dalam film bergenre horor-komedi tersebut. Baginya, tuntutan tugas yang dia terima tersebut yaitu hal gres yang sangat menyenangkan karena sebelumnya dia belum pernah memerankan abjad yang dimiliki sosok Darto itu.

“Aku suka banget, pas saya lihat belum ada sih yang ceritanya mirip ini. Bukannya ngebanggain film sendiri, tapi memang iya fresh banget ceritanya,” tukas Endy. “Wah cantik nih ceritanya.”

Lebih lanjut, pemain film yang juga pernah membintangi film “Pengabdi Setan” ini juga mengaku sempat merasa stress. Pasalnya, tugas Darto dalam film terbarunya tersebut dirasa memang cukup berat. Sehingga dia merasa hal tersebut yaitu tantangan gres bagi dirinya yang harus mampu dia taklukan.

“Ini tantangannya besar banget, sebab biasanya horor doang, yang nyeremin, tapi ini gimana caranya bikin penonton ketawa, jadi benar-benar pelajaran baru, banyak pelajaran, tantangan luar biasa, deg-degan banget, berhasil atau nggak,” papar Endy. “Namanya juga first time ya. Dari reading syuting sempet stress. Ternyata komedi itu nggak mudah kayak cuma nyeleneh, bukan cuma modal ngelucu tapi harus dipikirin ini itunya.”

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *