‘The Lion King’ Dapat Rating Jeblok Di Rotten Tomatoes, Kenapa?

Meskipun Memecahkan Rekor Presale, Namun Film Yang Dibintangi Oleh Donald Glover Hingga Beyonce Knowles Ini Rupanya Dianggap Mengecewakan Oleh Para Kritikus.

“The Lion King” menjadi proyek live-action Disney selanjutnya yang siap menyapa penggemar di bulan Juli. Film yang akan mengisahkan petualangan Simba ini pun menerima atensi berlebih dari penikmat live-action, terutama sehabis proyek Disney sebelumnya, “Aladdin”, menuai sukses besar.

“The Lion King” sendiri nantinya dipastikan bakal bersaing dengan sejumlah film lain yang mengincar slot rilis di bulan yang sama. Salah satu aspek yang paling kuat akan kesuksesan film-film tersebut tentunya ialah rating yang diberikan oleh kritikus. Bahkan tak jarang, rating ini terkadang menjadi teladan penonton untuk menentukan film mana yang ingin mereka saksikan.

Bicara soal rating, tentunya laman agregator Rotten Tomatoes menjadi salah satu yang paling banyak dijadikan teladan oleh penonton. Belum usang ini, laman tersebut membagikan rating untuk “The Lion King”.

Namun secara mengejutkan, film yang akan dibintangi oleh Donald Glover sampai Beyonce Knowles ini rupanya menerima hasil yang mengecewakan. Pasalnya, “The Lion King” hanya bertengger di angka 58% dengan total 105 reviewer.

Rata-rata para kritikus menyebut bahwa film ini menyajikan imbas visual yang luar biasa. Akan tetapi, masalahnya versi live-action ini tidak memperlihatkan nuansa gres dan serupa dengan versi animasinya.

“Para kritikus menyampaikan #TheLionKing ialah pencapaian teknis yang mengesankan dengan beberapa tampilan yang tak terlupakan. Akan tetapi tidak ada sesuatu yang gres atau menarik dengan bahan yang sama (dengan versi animasinya),” tulis pihak Rotten Tomatoes.

Alasan yang diberikan oleh para pengulas ini pun mengakibatkan polemik di kalangan penggemar. Banyak yang mengklaim bahwa proyek live-action memang sudah seharusnya mengadaptasi versi aslinya.

“Ini Lion King, bahan gres apa yang kalian harapkan?” sindir salah satu penggemar. “Bagus, tidak perlu bahan gres alasannya Lion King versi orisinil sudah sangat luar biasa!” sahut lainnya. “Lalu kenapa bila (film) ini menggunakan plot orisinal, Lion King ialah salah satu animasi dengan kisah terbaik sepanjang masa,” pungkas yang lain.

Di sisi lain, “The Lion King” ketika ini sedang menargetkan USD 180 sampai 230 juta selama selesai pekan pembukaannya. Prediksi awal ini tentunya memperlihatkan pembukaan tertinggi dari proyek remake live-action Disney sebelumnya. Bahkan sejumlah kritikus juga tak segan memprediksi bahwa film ini akan menerima sekitar USD 650 juta di dalam negeri.

Diarahkan oleh sutradara Jon Favreau, film pembiasaan animasi tahun 1994 ini siap ditayangkan secara global pada 19 Juli mendatang.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *