Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika Beberkan Alasan Komika ‘Selow’ Disebut Kontroversi

Para stand up comedian alias komika memang kerap kali disebut-sebut penuh kontroversi. Candaan mereka yang dianggap menyinggung banyak pihak kerap menerima hujatan. Sebut saja Pandji Pragiwaksono yang sempat menghebohkan media karena bermasalah dengan para pecinta kucing beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Pandji sempat terang-terangan mengungkapkan bahwa ia tidak peduli bila materi lawakannya menjadi kontroversi. Melalui terusan YouTube pribadinya pun, Pandji lagi-lagi membahas mengenai kontroversi para komika. Bersama rekan sesama komika yakni Raditya Dika, Pandji tampak ingin mengungkapkan pendapatnya.

Radit bahkan ternyata bukan tipe orang yang peduli bila ucapannya berujung kontroversi. Radit merasa orang-orang tersinggung alasannya ialah ucapannya ialah hal yang wajar. Namun, ia juga merasa berhak untuk tidak peduli.

“Moto hidup gue, kalau berkomedian gue berhak ngomongin apa pun dan orang berhak untuk tersinggung,” terperinci Radit. “Dan gue berhak untuk nggak peduli.”

Pandji juga beranggapan sama. Pria itu berkata bila memang ucapannya menjadikan kontroversi tentu ia akan meminta maaf. Namun, bukan berarti usul maafnya berartikan ia mengaku pekerjaannya ialah hal yang salah.

“Gue nggak mampu minta maaf alasannya ialah job gue, job gue enggak salah,” terperinci Pandji. “Tapi gue minta maaf kalau lo tersinggung, yang mana berdasarkan gue ialah dua hal yang berbeda.”

Baik Pandji atau Radit menyadari bahwa seerat apa pun peraturan yang digunakan semoga seorang pelawak lebih bebas melawak tetap tidak mampu menghindari kontroversi. Namun, hal yang patut diperhatikan ialah pelawak selalu berharap menjadi diri sendiri. Khususnya di panggung di luar tayangan televisi.

“Kita nggak mampu menghindari itu (kontroversi),” terperinci Pandji. “Tapi kalau lo cari komedian, pelawak hanya mau menjadi dirinya sendiri di panggung off air.”

Pandji juga beropini bila anggapan orang-orang mengenai bercanda harus mengenal daerah ialah hal yang salah. Pasalnya, hal yang lebih benar ialah bercanda dilihat dari isinya.

“Orang bilang bercanda itu ada tempatnya, gue nggak setuju,” terang Pandji. “Bercanda itu bukan lihat daerah tapi lihat konteks,” tandasnya lalu.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *