Samuel L. Jackson Klaim Kritikan Martin Scorsese Pada Film Marvel Sangat Tak Masuk Akal

Aktor Pemeran Nick Fury Ini Memberikan Reaksi Tajam Usai Martin Scorsese Dengan Terang-Terangan Menyebut Bahwa Film-Film Marvel Tak Layak Ditonton Di Bioskop.

Kontroversi pernyataan sutradara kondang Martin Scorsese soal film-film Marvel rupanya menciptakan para manusia perfilman turut bereaksi. Kali ini, giliran bintang film Samuel L. Jackson yang buka bunyi secara eksklusif menanggapi pernyataan Martin.

Aktor yang dikenal sebagai pemeran abjad Nick Fury dalam franchise Marvel Cinematic Universe (MCU) ini menyampaikan bahwa sangat tidak masuk nalar untuk menyebut sebuah film bukanlah sajian yang tak layak tayang hanya alasannya yaitu proses pembuatannya tidak sesuai standar Scorsese.

“(Pernyataan Scorsese) Ibarat menyebut Bugs Bunny (tokoh kelinci kartun keluaran Warner Bros.) itu tidak lucu. Sebuah film tetaplah sebuah film. Lagi pula, tidak semua orang menyukai karya-karyanya,” sindir bintang film “Spider-Man: Far From Home” tersebut dilansir Screen Rant pada Selasa (8/10).

Meski tak segan menawarkan tanggapan kritikan secara langsung, namun Samuel juga menilai bahwa Scorsese berhak berkomentar apapun yang dia mau. Hanya saja, komentar tersebut tidak berarti akan menciptakan para sutradara lainnya akan mengikuti standarnya dalam menciptakan film.

“Semua orang berhak beropini, jadi (pernyataan Scorsese) bantu-membantu bukanlah apa-apa. Tapi, pernyataan itu tidak akan menghalangi orang lain menciptakan film,” imbuh bintang film berusia 70 tahun ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, polemik ini bermula ketika Martin Scorsese tak segan mengkritik film-film besutan Marvel Studios dengan terang-terangan dalam sebuah wawancara. Sutradara “The Irishman” tersebut mengaku tak mau menonton film-film Marvel alasannya yaitu menurutnya tak layak tayang di bioskop tanggapan tak menawarkan pesan watak pada penonton.

Bukan cuma itu, Martin Scorsese bahkan tak segan menyamakan film-film Marvel dengan wahana hiburan alias taman bermain, sekalipun para bintang film yang berperan di dalamnya telah berusaha keras.

“Aku tidak melihatnya (film Marvel). Aku mencoba, tapi itu bukan film bioskop. Jujur saja, hal yang mampu saya pikirkan perihal mereka (adalah), sebagus apapun film itu dibentuk atau sekeras apapun perjuangan para bintang film yang berperan di dalamnya, itu semua hanyalah taman hiburan. Itu bukan film bioskop di mana seseorang mencoba memberikan pengalaman emosional dan psikologis kepada orang lain,” jelas Martin.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *