‘Once Upon A Time In Hollywood’ Dilarang Tayang Di Tiongkok Gara-Gara Dinilai Tak Hormati Bruce Lee

Pada Agustus Lalu Putri Bruce Lee, Shannon Lee, Menyebut Bahwa Film ‘Once Upon A Time In Hollywood’ Arahan Sutradara Quentin Tarantino Tersebut Telah Menghina Sang Ayah.

Sejak bulan Agustus lalu, publik dihebohkan dengan klaim putri Bruce Lee, Shannon Lee, yang menyebut bahwa film “Once Upon a Time in Hollywood” telah menghina sang ayah. Dalam keterangannya, Shannon menuding bahwa abjad sang ayah dibentuk sebagai sosok yang sok pahlawan dan angkuh dalam film ini.

Terkait polemik ini, rupanya negara Tiongkok melarang penayangan “Once Upon a Time in Hollywood”. Dilansir The Hollywood Reporter pada Senin (21/10), Film terbaru dari sutradara Quentin Tarantino ini sebelumnya telah ditetapkan tayang pada 25 Oktober oleh pemerintah Tiongkok. Namun planning ini urung balasan kontroversi abjad Bruce Lee.

Shannon Lee disebut-sebut secara langsung menghubungi Administrasi Film Nasional Tiongkok untuk menyuarakan pendapatnya sehingga film ini dibatalkan. Distributor film Tiongkok ketika ini sedang mengajukan banding atas keputusan pemerintah Tiongkok soal pelarangan penayangan “Once Upon a Time in Hollywood”.

Diketahui, “Once Upon a Time in Hollywood” memang menghadirkan kembali sosok-sosok populer di kala final 1960-an. Tak terkecuali Bruce Lee yang sangat tersohor di kala tersebut. Karakter ikonik ini diperankan oleh pemain film adu Mike Moh.

Dalam “Once Upon a Time in Hollywood”, tokoh Cliff Booth yang dimainkan oleh Brad Pitt dikisahkan berduel dengan Bruce Lee (Mike Moh) dalam sebuah program TV. Meski sempat kalah di babak pertama, Cliff Booth jadinya berhasil menghajar Bruce Lee, bahkan membuatnya tak berdaya.

“Aku mengerti mereka mencoba menciptakan abjad Brad Pitt sebagai pahlawan yang mampu mengalahkan Bruce Lee. Tapi mereka seharusnya tidak memperlakukan ia mirip yang orang-orang kulit putih lakukan ketika ia masih hidup,” tutur Shannon.
Shannon merasa tidak nyaman ketika menonton di bioskop dan mendengar reaksi tertawa para penonton yang dianggapnya mengejek. Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa sang sutradara, Quentin Tarantino, tidak meminta izin padanya lebih dulu untuk menampilkan abjad sang ayah dalam film.

About the Author: Erika

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *